baru
Berita

Proses Konstruksi dan Poin-Poin Penting Desain Proyek Agrivoltaik

Sebagai sumber pendapatan penting bagi proyek agrivoltaik, tanaman harus dipilih berdasarkan kondisi tanah dan sinar matahari setempat. Penting juga untuk mempertimbangkan dampak pengoperasian pembangkit fotovoltaik (PV) terhadap hasil panen.

Proyek agrivoltaik semakin mendapat perhatian dari para pembuat kebijakan dan investor karena manfaatnya dalam menghemat lahan dan perlindungan tanaman dari kondisi cuaca buruk. Dengan dukungan kebijakan nasional, pengembangan proyek-proyek tersebut semakin dipercepat. Berikut adalah analisis singkat tentang proses konstruksi dan poin-poin penting dari setiap tahapan proyek agrivoltaik.

1023-1

1. Proses Konstruksi Proyek Agrivoltaik

Tahap Pemilihan Lokasi:Perhatikan kebijakan yang relevan. Pemerintah memberikan insentif dan dukungan khusus untuk proyek agrivoltaik. Setiap provinsi telah memperkenalkan kebijakan yang menguntungkan berdasarkan kondisi spesifiknya, sehingga memfasilitasi pengembangan proyek yang lancar. Selain itu, nilai apakah proyek tersebut dapat diintegrasikan dengan inisiatif pengentasan kemiskinan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan kebijakan.

Fokus pada Tanaman Pertanian:Karena tanaman merupakan sumber pendapatan penting bagi proyek agrivoltaik, pilihlah varietas yang sesuai berdasarkan kondisi tanah dan sinar matahari setempat. Selain itu, pertimbangkan bagaimana pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya dapat memengaruhi hasil panen.

Tahap Perencanaan Proyek:Kumpulkan informasi tentang kondisi geografis lokasi (iklim, tanah, suhu, kelembapan, hidrologi, aktivitas manusia dan ternak) dan kondisi kelangsungan hidup tanaman (sinar matahari, irigasi, hama). Rencanakan kapasitas sistem PV, tata letak keseluruhan, dan pengembangan jangka panjang sambil memastikan manfaat komplementer antara pertanian dan produksi energi PV.

Tahap Studi Kelayakan dan Desain: Merancang rencana proyek, termasuk:

Menentukan luas area rumah kaca, jenis tanaman, infrastruktur pertanian, dan rencana pertumbuhan tanaman (bibit, pemupukan, sumber air, dll.) untuk menghitung manfaat ekonomi dari tanaman.

Menganalisis tata letak pembangkit listrik tenaga surya, pembangkitan daya, rencana teknik kelistrikan dan sipil, serta poin-poin penting konstruksi untuk menghitung manfaat ekonomi dari pembangkit listrik tenaga surya tersebut.

Mengidentifikasi keunggulan komplementer antara pertanian dan PV, mengatasi potensi konflik, dan menawarkan rekomendasi.

Tahap Desain Awal:Analisis topografi lokasi dan kondisi sinar matahari untuk membandingkan berbagai skema penggabungan elemen pertanian dan PV. Selesaikan tata letak, jarak tanam, persyaratan, desain rumah kaca, modul PV, dan solusi peralatan.

Tahap Desain Gambar Konstruksi:Berdasarkan desain awal dan data survei terperinci, beserta peralatan penawaran yang telah dikonfirmasi oleh pemilik, buat gambar konstruksi untuk rumah kaca pertanian, tata letak modul PV, sistem kelistrikan, teknik sipil, jalan, dan instalasi kabel. Serahkan gambar konstruksi yang telah difinalisasi untuk implementasi di lokasi.

1023-2

2. Poin-Poin Penting dalam Desain Proyek Agrivoltaik

1). Memperhitungkan sepenuhnya dampak pembangkit listrik tenaga surya terhadap tanaman untuk menghindari dampak negatif pada penjualan tanaman.

2). Melakukan survei di lokasi untuk memahami iklim lokal dan kondisi pertumbuhan tanaman.

3). Libatkan ahli pertanian untuk analisis profesional dan untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai.

4). Prioritaskan saluran penjualan hasil panen untuk mencegah masalah di mana hasil panen ditanam tetapi tidak terjual.

5). Pertimbangkan potensi dampak buruk tanaman terhadap struktur dan peralatan PV, seperti korosi pada struktur baja atau dampak kelembaban tinggi di dalam rumah kaca terhadap modul PV, kotak sambungan, kabel, baki, dan kotak penggabung.

6). Desain sudut kemiringan modul PV harus menyeimbangkan faktor-faktor seperti penggunaan baja di rumah kaca, suhu dan kelembaban internal, serta efisiensi pembangkitan daya, dengan keputusan akhir dibuat berdasarkan perbandingan teknis dan ekonomi.

7). Pastikan integrasi penuh antara infrastruktur pertanian dan PV untuk menghindari pembangunan sekunder dan biaya proyek tambahan.