baru
Berita

Sejauh mana Tingkat Lokalisasi Indonesia (TKDN) untuk PV sudah Anda kenal?

Pemerintah Indonesia telah mengembangkan kebijakan khusus yang dikenal sebagai TKDN untuk merangsang pertumbuhan industri lokal yang diprioritaskan. Tujuan kebijakan ini adalah untuk melindungi sektor manufaktur dalam negeri dengan mendorong investasi asing untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Pengadaan barang dan jasa perusahaan milik negara Indonesia akan diprioritaskan dengan TKDN dalam investasi pemerintah Indonesia, dan TKDN merupakan persyaratan pra-kualifikasi untuk sebagian proyek. Artikel ini akan membahas proses aplikasi TKDN untuk Anda.

1670103484_besar

TKDN: Apa itu?

Mirip dengan Sertifikat Asal China, TKDN merupakan singkatan dari persentase minimum bahan yang digunakan yang diproduksi atau berasal dari Indonesia. Ini adalah batas minimum barang modal, jasa, dan bahan baku yang bersumber dari Indonesia yang digunakan dalam pembuatan suatu produk.

Spesifikasi produk KDN

1. Jenis tarif yang wajib diisi:

A. Produk-produk terkait telekomunikasi (elektronik dan telematika, telepon seluler, PDA, komputer tablet, dll.)

Sertifikasi TKDN diperlukan dan membutuhkan nilai TKDN minimal 40%.

B. Barang yang merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk usaha milik daerah dan negara (BUMD) dan BUMN (badan usaha milik negara).

Harus mencapai 25%; semakin tinggi persentasenya, semakin besar keuntungannya dalam penawaran.

2. Jenis rasio non-wajib yang meliputi: makanan, peralatan rumah tangga, furnitur, tekstil, komoditas kecil, bahan kimia, mainan, suku cadang mobil, bahan kimia, fotovoltaik, kaca, lampu, peralatan medis, serta barang-barang pertanian dan pupuk.

3. Catatan: Sertifikat dan tingkat TKDN untuk Indonesia tersedia langsung di situs web resmi; item yang berbeda akan memerlukan persyaratan yang berbeda dari program pemerintah; semakin tinggi peringkat TKDN, semakin menguntungkan untuk pengembangan lokal di Indonesia. Anda dapat mempercayai Sankato untuk mengevaluasi nilai TKDN saat ini terlebih dahulu dan melakukan penyesuaian sebelum mengajukan sertifikasi TKDN, karena permohonan sertifikasi TKDN harus mensyaratkan bahwa tingkat lokalisasi sesuai dengan indikasi wajib industri.

Bahan baku, tenaga kerja, mesin produksi, biaya operasional pabrik (misalnya, upah, sewa, utilitas, dll.), dan input R&D merupakan komponen dari tingkat lokalisasi. Jika perhitungan tingkat lokalisasi menghasilkan temuan yang kurang dari kriteria yang telah ditentukan, SUNHEAD akan memberikan daftar pemasok bahan baku lokal kepada pelanggan, sehingga mereka dapat dengan mudah meningkatkan basis pemasok lokal dan mencapai persyaratan tingkat lokalisasi.

03TKDN

Perhatikan perhitungan TKDN berikut untuk produk PV:

1. Untuk menentukan setiap bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi, seperti sel surya, strip tembaga berlapis timah, film EVA, lembaran belakang, kaca temper, dll., kumpulkan semua daftar pembelian atau kontrak dari pabrik.

2. Untuk memastikan apakah barang tersebut diimpor atau dibeli secara lokal, lihat pesanan pembelian atau kontrak.

3. Kementerian Perindustrian telah meminta agar Bobot (jumlah) setiap bahan baku diverifikasi. Misalnya, sel surya memiliki Bobot 60%, kaca temper memiliki Bobot 12%, pita tembaga berlapis memiliki Bobot 3%, dan sebagainya. Total Bobot bahan baku ini mencakup tenaga kerja langsung, peralatan produksi, biaya overhead pabrik, dan investasi R&D.

4. Nilai TKDN akhir diperoleh dengan mengalikan setiap elemen dengan 1 jika dihasilkan secara lokal di Indonesia dan 0 jika diimpor.

Perhatian: Saat membeli bahan baku secara lokal, ada beberapa produk yang tidak memerlukan pertimbangan nilai TKDN pemasok lokal; namun, ada produk lain yang memerlukannya. Dalam kasus ini, Anda harus mengalikan Bobot dengan nilai TKDN pemasok lokal. Misalnya, dalam kasus bahan baku yang disebutkan di atas, Bobot sel surya adalah 60%, tetapi TKDN pemasok lokal adalah 50%. Akibatnya, Bobot aktual sel surya adalah 30%.

Anda dapat mengajukan permohonan sertifikasi TKDN jika tingkat lokalisasi yang dihitung melebihi ambang batas yang diperlukan.

1. Kumpulkan semua informasi, termasuk dokumen pendukung yang diperlukan dan formalitas bisnis mendasar.

2. Isi formulir online dan ajukan sertifikasi TKDN.

3. Menjadwalkan inspeksi pabrik.

4. Pada tanggal yang ditentukan, auditor akan mengunjungi pabrik untuk mengkonfirmasi lokasi dan hasil produksinya. Perusahaan wajib memberikan penjelasan tentang proses produksi produk terdaftar TKDN selama inspeksi pabrik.

5. Auditor akan memeriksa dengan pemasok sekunder setelah inspeksi pabrik untuk melihat apakah bukti dan dokumentasi dari pemasok dan pabrik konsisten. TKDN kemudian akan dihitung menggunakan semua data perusahaan dan dokumentasi pendukung yang tersedia.

Kementerian Perindustrian menerbitkan sertifikat 6 TKDN, yang berlaku selama tiga tahun tanpa memerlukan penilaian tahunan.

Siklus pemrosesannya adalah 90 hari kerja.

Pengiriman dokumen:

1. Laporan tentang tingkat lokalisasi hasil verifikasi TKDN.

2. Catatan tentang Tingkat Lokalisasi Sertifikat TKDN.

3. Lokasi pabrik harus sesuai dengan Izin Usaha Indonesia (NIB);

4. Data TKDN yang relevan namun tidak dapat didukung oleh bukti tidak akan diperhitungkan dalam perhitungan TKDN;

5. Departemen Litbang perlu dimasukkan dalam struktur organisasi jika peningkatan tingkat lokalisasi dalam hal investasi Litbang diperlukan.