Angin dan matahari adalah dua sumber energi terbarukan yang paling penting, dan sistem kombinasi angin dan matahari telah menjadi sistem baru untuk memaksimalkan penggunaan kedua sumber energi ini. Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan komposisi sistem ini dan prinsip kerja pembangkitan listriknya secara detail.
Komponen sistem energi surya:
Pada sebagian besar sistem energi listrik tenaga surya, sistem tersebut terdiri dari komponen-komponen dasar sebagai berikut:
1. Panel surya;
2. Inverter;
3. Baterai penyimpanan energi;
4. Muatan;
Prinsip kerja sistem energi surya
Pertama-tama, sinar matahari akan mengaktifkan panel surya, sementara sel-sel dalam panel surya akan menyerap sinar matahari untuk menghasilkan listrik yang disebut listrik DC. Kemudian listrik DC akan diubah menjadi listrik AC oleh inverter untuk memberi daya pada beban. Jika terjadi kelebihan daya, daya tersebut akan disimpan dalam baterai penyimpanan untuk memberi daya pada beban di malam hari atau jika terjadi pemadaman listrik.
Ada berapa jenis turbin angin seperti biasanya?
Di pasaran, terdapat dua jenis turbin angin, yaitu sumbu horizontal dan sumbu vertikal. Turbin horizontal memiliki biaya lebih rendah dengan efisiensi pembangkitan daya yang tinggi, sedangkan turbin sumbu vertikal dengan daya yang sama memiliki harga lebih tinggi, tetapi memiliki keunggulan ukuran yang kecil dan estetika yang lebih baik.
Meskipun energi angin tidak begitu stabil dibandingkan dengan energi surya, namun biaya pembangunan turbin angin tidak tinggi. Di beberapa daerah berawan, investasi sebagian kecil modal pada energi angin juga merupakan pilihan yang baik untuk mengurangi biaya energi.
Seperti biasa, turbin angin kecil berdaya 300W, 400W, 500W, dan seterusnya, ukuran sedang 1kw, 2kw, 3kw, dan seterusnya, kecepatan angin yang dihasilkan biasanya sekitar 2-3m/s. Tergantung pada gaya bilahnya, material yang digunakan bisa berupa nilon atau fiberglass.
Komposisi darienergi surya dan angin sistem:
Di beberapa tempat yang kekurangan sinar matahari, mereka akan menggunakan turbin angin untuk menghasilkan listrik sebagai tambahan.
1. Panel surya;
2. Inverter off-grid;
3. Baterai penyimpanan energi;
4. Turbin angin;
5. Pengontrol angin;
6. Muatan;
Selain panel surya yang menghasilkan listrik, turbin angin juga dapat menghasilkan listrik dengan bantuan angin, dan pengontrol angin akan diaktifkan untuk menyimpan listrik di baterai untuk penggunaan cadangan UPS.
Satu hal yang perlu disebutkan dalam sistem ini adalah bahwa listrik dari turbin angin adalah arus searah (DC), tidak melalui inverter dalam proses pembangkitan daya, dan langsung terhubung ke pengontrol pengisian daya dan baterai, sehingga agar dapat bekerja bersama, tegangan turbin angin harus sama dengan tegangan baterai penyimpanan. Misalnya, paket baterai penyimpanan energi adalah 48V 100Ah, maka tegangan turbin angin harus 48V, jika tidak, tegangan tidak akan cocok, maka sistem tidak dapat beroperasi.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem kombinasi tenaga angin dan tenaga surya, silakan hubungi kami melalui email dan berkomunikasi lebih lanjut.




