baru
Berita

Teknologi Fotovoltaik Populer dalam Beberapa Tahun Terakhir

Industri fotovoltaik (PV) telah menyaksikan kemajuan yang luar biasa, dengan beberapa teknologi kunci yang mengubah lanskap energi surya. Inovasi-inovasi ini berfokus pada peningkatan efisiensi, pengurangan biaya, dan peningkatan fleksibilitas modul surya. Berikut adalah tinjauan lebih dekat tentang teknologi-teknologi yang sedang tren yang mendorong industri ini maju:

Salah satu terobosan besar adalah teknologi pemotongan kawat berlian, yang secara signifikan mengurangi biaya pemotongan silikon kristal. Dengan menggunakan kawat berlapis berlian untuk pemotongan kecepatan tinggi, metode ini mengungguli pemotongan bubur tradisional dalam hal efisiensi dan efektivitas biaya. Silikon monokristal telah sepenuhnya beralih ke pemotongan kawat berlian, sementara silikon multikristal dengan cepat mengikutinya, menandakan pergeseran paradigma dalam produksi wafer silikon.

Teknologi PERC (Passivated Emitter and Rear Cell) juga telah menjadi andalan sel PV efisiensi tinggi. Tidak seperti sel konvensional, PERC menggabungkan permukaan belakang yang dipasivasi, mengurangi rekombinasi elektron dan meningkatkan refleksi cahaya. Inovasi ini secara signifikan meningkatkan efisiensi sel. Pada akhir tahun 2018, kapasitas produksi PERC global telah mencapai 70 GW, dengan pertumbuhan lebih lanjut yang diantisipasi, memperkuat posisinya sebagai teknologi terdepan dalam produk surya efisien.

Inovasi penting lainnya adalah integrasi kawat berlian dan teknologi silikon hitam. Silikon hitam meningkatkan penyerapan cahaya dan efisiensi sel dengan mengatasi reflektivitas permukaan yang tinggi dari silikon tradisional. Meskipun silikon hitam kering menawarkan peningkatan efisiensi tertinggi, ia membutuhkan peralatan yang mahal, sehingga membatasi penerapannya secara luas hanya pada produsen papan atas. Silikon hitam basah memberikan alternatif yang lebih hemat biaya, mencapai peningkatan efisiensi sebesar 0,3%-0,5% dengan investasi modal yang lebih rendah.

1123-1

Sel surya bifasial mewakili kemajuan signifikan lainnya, yang mampu menangkap sinar matahari dari kedua sisi untuk meningkatkan pembangkitan energi. Ditingkatkan dengan teknik seperti pencetakan dua sisi dan doping boron, sel-sel ini mencapai peningkatan energi sisi belakang sebesar 10%-25%, tergantung pada kondisi lingkungan. Sel bifasial monokristalin tipe N semakin memperluas kapasitas produksinya, yang selanjutnya mendorong adopsi di pasar.

Teknologi multi-busbar (MBB) adalah inovasi penting lainnya, yang menampilkan 12 busbar untuk meningkatkan pengumpulan arus dan mengurangi resistansi internal. Desain ini meminimalkan kehilangan akibat bayangan, meningkatkan penyerapan cahaya, dan meningkatkan daya keluaran modul setidaknya 5W. Selain itu, MBB mengurangi kemungkinan terjadinya retakan mikro dan mempertahankan keluaran energi yang stabil bahkan dalam kasus kerusakan sel.

Teknologi modul shingled mengoptimalkan tata letak sel PV dengan memotong dan menumpuknya, menciptakan konfigurasi yang padat sehingga meningkatkan kepadatan sel lebih dari 13% dibandingkan modul konvensional. Tidak adanya pita solder mengurangi kerugian listrik, meningkatkan efisiensi modul dan keluaran daya. Teknologi ini merupakan langkah maju yang revolusioner dalam pengemasan modul efisiensi tinggi.

1123-2

Terakhir, teknologi sel setengah potong melibatkan pemisahan sel tradisional menjadi dua bagian dan menyusun ulang bagian-bagian tersebut di dalam modul. Hal ini mengurangi ketidaksesuaian arus, menurunkan kehilangan daya internal, dan meningkatkan output keseluruhan sekitar 10W dibandingkan dengan modul sel penuh. Selain itu, teknologi ini menurunkan suhu titik panas sekitar 25°C, sehingga meningkatkan keandalan dan daya tahan.

Teknologi-teknologi mutakhir ini secara kolektif menggarisbawahi komitmen industri PV terhadap inovasi. Dengan terus meningkatkan kinerja, menurunkan biaya, dan memperluas aplikasi, mereka membuka jalan bagi masa depan bertenaga surya yang berkelanjutan dan efisien.